Hujan Deras Sepanjang Hari, 1.000 Rumah di Langkat Terendam

Warga di Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan, Langkat membersihkan rumahnya setelah terrendam luapan Sungai Tenang dan Sungai Batang Serangan pada Minggu (22/11/2020) dini hari. Foto : Istimewa

MEDAN, KabarMedan.com | Lebih dari 1.000 rumah di Kecamatan Batang Serangan, Langkat terrendam akibat meluapnya Sungai Tenang dan Sungai Batang Serangan pada Minggu (22/11/2020) dini hari. Hujan lebat sepanjang hari juga membuat tanggul yang dibuat warga jebol akibat hantaman debit air yang tinggi.

Camat Batang Serangan, Arie Ramadhani mengatakan, banjir terjadi sejak Minggu dini hari. Air yang merendam rumah warga bervariasi. Mulai dari 30 cm hingga lebih dari 1 meter. “Iya benar, lebih dari 1.000 rumah yang terrendam banjir akibat luapan Sungai Tenang dan Sungai Batang Serangan pada Minggu kemarin,” ujarnya, Senin (23/11/2020) sore.

Dijelaskannya, belum ada bantuan dari pemerintah kepada masyarakat yang terdampak. Namun, informasi yang diterimanya akan ada bantuan turun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Saat ini mulai surut airnya. Nanti sore kasih bantuan dari BPBD tapi belum di tangan saya memang, masih di perjalanan. Masyarakat mengharap solusi dan ada perbaikan tanggul,” ujarnya.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat
1.000 rumah di Kecamatan Batang Serangan, Langkat terrendam luapan Sungai Tenang dan Sungai Batang Serangan pada Minggu (22/11/2020) dini hari. Foto : Istimewa.

Kepala Desa Sei Bamban, Ahmady menyebut ada 5 dusun di desanya yang terdampak luapan kedua sungai tersebut yakni Dusun Pujidadi I – IV dan Dusun Sumber Rejo. Di desanya itu, ada sekitar 300-an rumah yang terrendam dan sebagian besar rumah warga yang terbuat dari papan menjadi lembab dan lapuk.

Sebagian dari mereka mengungsi ke rumah tetangganya yang aman. Banjir kali ini, adalah yang kedua. Sebulan yang lalu, juga terjadi banjir tapi tidak separah kali ini. “Banjirnya bervariasi, mulai dari 30 cm sampai 1 meter lebih. Ini karena luapan Sungai Tenang yang tak lagi tenang. Banjir ini membawa serta sampah dan pelepah sawit,” katanya.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Hingga saat ini belum ada bantuan yang datang ke masyarakat. Begitupun memang belum ada posko bersama untuk masyarakat yang terdampak. Masyarakat mengharapkan ada bantuan logistik dari pemerintah. Dia sendiri, sudah meninjau ke lokasi bersama Camat Batang Serangan dan juga pihak polsek.

“Bantuan, urung eneng kang (bantuan belum ada bang). Makanya itu kita harapkan ada bantuan, istilahnya supaya masyarakat agak adem ayem lah, ini memang belum ada yang datang,” katanya. [KM-05]