
MEDAN, KabarMedan.com | Sebanyak 80 dari 113 WNI yang berhasil dikeluarkan dari Ukraina sudah dipulangkan ke Indonesia melalui pesawat khusus. Pemerintah memiliki dua opsi untuk mengevakuasi 6 warga Kota Binjai dan 3 warga Kabupaten Langkat yang masih terjebak di di Chernihiv, Ukraina.
Perwakilan dari Kemenlu RI, Judda Nugraha saat telekonferensi pada Senin (7/3/2022) siang yang diikuti Dubes RI untuk Ukraina, Ghoffur, mantan Dubes RI untuk Ukraina, Prof. Yuddi Chrisnandi, perwakilan dari Kemenlu RI Wil. 2 Eropa, Lucky W, Kadisnakerperindag Kota Binjai serta keluarga 9 WNI yang masih di Ukraina.
Judda mengaku sudah diperintahkan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi agar ke Ukraina untuk mengevakuasi WNI. Total WNI yang sudah dikeluarkan dari Ukraina dari Kiev, Oddesa dan Kharkiv sebanyak 113 orang dengan berbagai upaya. Kemudian, 80 orang di antaranya sudah kita pulangkan dengan pesawat Khusus ke Indonesia.
Pihaknya bersama pihak TNI sudah mengupayakan evakuasi Iskandar dan lainnya ke luar ke arah Polandia. Dia menegaskan negara hadir untuk mengevakuasi warganya dan selalu berkomunikasi dengan Iskandar, dkk. untuk memantau keadaan mereka di sana.
Dari pengalaman keberhasilan mengeluarkan 113 WNI di Ukraina, adalah dengan menciptakan situasi yang tenang dan tidak panik. Pihaknya merancang keluarnya WNI dari Kiev sejak tanggal 25 – 26 Februari 2022.
Namun, karena ada pertempuran dan situasi tidak aman maka pihaknya menundanya karena menilai rute evakuasi tidak aman pergerakan WNI dari safe house menuju luar Ukraina karena saat ini sedang terjadi pertempuran, sehingga bisa menjadi sasaran tembak dari kedua belah pihak yang tidak mengetahui.
“Oleh karena itu kita harus berhati-hati. Makanya tanggal 28 kita bergerak untuk mengevakuasi WNI itu,” katanya.
Ada dua opsi. Pertama menuju ke Kiev dan Leviv karena kami ada disitu. Karena nanti mereka akan dijemput dengan mobil diplomatik menuju ke Chekneov. Saat ini Kiev dan Lviv, merupakan zona tempur, karena itu pihaknya menunggu jalur aman evakuasi.
“Opsi kedua, kita bawa menuju Belarusia. Kita juga sudah berkomunikasi dengan pihak Rusia agar bisa membawa mereka ke tempat lebih aman ke Belarusia. Jalur ke Belarusia sedikit rusak karena ada jembatan yang diledakkan. Namun, ini akan kita upayakan untuk kedua opsi tersebut. Kedua opsi ini kita lakukan setelah mendapat jalur aman dari kedua negara Ukraina dan Rusia. Baru kita masuk untuk mengevakuasinya,” katanya. [KM-05]













