Jaga Anak-Anak Ya Pak, Pesan Korban Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

MEDAN, KabarMedan.com | Muhammad Tayeb (65), suami dari Painem Dalio Abdullah (63), warga Jalan Mangan V, Lingkungan XIII, Lorong Pahlawan, Kecamatan Medan Deli, yang menjadi korban musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram, Jumat (11/9/2015), mengaku sempat menghubungi istrinya sebelum terjadinya insiden.

Dia menyebutkan, terakhir kali berkomunikasi dengan istrinya tersebut, pada Jumat (11/9/2015), sebelum musibah tersebut menimpa istrinya. Dalam percakapan via telepon, istrinya sempat memberikan wasiat kepada dirinya, agar menjaga keenam anaknya.

“Dibilang istriku, jaga anak-anak ya pak. Itu aja dibilangnya,” kata M Toyib, Sabtu (12/9/2015).

Dirinya mengaku tidak mempunyai firasat sedikit pun akan kepergian istrinya yang meninggal di tanah suci saat menunaikan rukun Islam yang kelima tersebut.

“Tidak ada firasat. Tapi saya sudah ikhlas, karena meninggalnya pun di rumah Tuhan,” ucapnya.

Toyeb menjelaskan, ia dan keluarganya berharap jenazah istrinya dapat sampai di rumah duka.

“Kabar terakhir yang saya terima, jenazah masih di Mekkah. Tidak tahu kapan sampai di sini,” ungkapnya.

Sementara, Ngatirin yang merupakan suami dari korban Safarini binti Baharudin (50) mengaku, pihak keluarga sepakat untuk tidak membawa jenazah ke Indonesia.

“Rencana jenazah akan dimakamkan di Mekkah. Mudah-mudahan amal ibadah istri saya bisa diterima Allah SWT,” katanya.

Diungkapkannya, saat ini pihak Departemen Agama belum ada yang datang untuk sekadar menyampaikan rasa belasungkawa.

“Kalau dari pihak Departemen Agama belum ada datang. Paling tadi dari keluarga pembimbing haji istri saya saja yang datang ke sini,” sebutnya.

Dia menjelaskan, korbam Painem Dalio Abdullah merupakan sahabat karib yang tak terpisahkan.

Sebelum berangkat haji bersama, keduanya pun sepakat untuk menabung. “Istri saya dan bu Painem itu sudah lama berteman. Mereka pun sama-sama menabung untuk berangkat haji. Sudah 5 tahun mereka menabung,” pungkasnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.