
MEDAN, KabarMedan.com | Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Agus Andrianto mengatakan ada tiga kasus yang ditemukan petugas terkait dugaan korban meninggal di kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin.
Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2015 dan 2021.
“Tadi laporan ada tiga kalau nggak salah. Ada tiga kasus. Ada kejadian tahun 2015 ada kejadian tahun 2021. Pada prinsipnya tadi diarahkan kepada penyidik untuk mengusut tuntas kejadian itu,” ucap Agus Andrianto, dilansir dari SuaraSumut.id, Sabtu (5/2/2022).
Agus meminta Polda Sumut untuk mengusut tuntas kasus kematian warga di kerangkeng manusia tersebut.
Pasalnya, kasus itu kini menjadi perhatian penuh Mabes Polri, khususnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Saya sudah bicara dengan para penyidik untuk segera meningkatkan kasusnya ke proses penyidikan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan tentang penemuan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin ketika KPK melakukan penggeledahan terkait kasus suap.
Sementara itu, Migrant Care yang mendapatkan informasi dan foto dari warga melaporkan hal itu ke Komnas HAM. [KM-07]














