Kasus Pria Dibakar Hidup-hidup di Langkat, 8 Orang Diamankan Saat Hendak Kabur

(foto: Ist)

MEDAN, KabarMedan.com | Polisi berhasil menangkap delapan orang pria yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas karena dibakar hidup-hidup di Dusun Kuta Jering, Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingai, Langkat pada Kamis (2/12/2021) malam. Pelaku ditangkap saat hendak kabur.

Dikonfirmasi melalui telepon pada Selasa (7/12/2021) pagi, Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Junaidi membenarkan sudah ada delapan orang yang tertangkap dalam pengejaran sejak hari kejadian hingga Minggu (5/12/2021).

“Iya sudah delapan orang yang diamankan. Ditangkapnya ya dari hari kejadian sampai dua hari yang lalu, Minggu. Ditangkap di beberapa tempat, mereka ini kan kabur setelah kejadian,” katanya.

Baca Juga:  Indosat Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Melalui AI

Pihaknya belum bisa menjelaskan detail motif para pelaku melakukan perbuatan tersebut karena semua pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan. “Motifnya apa, nanti kita kabari perkembangan selanjutnya. Sekarang ini mereka masih menjalani pemeriksaan semuanya,” katanya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengaku belum mendapatkan informasi apakah ada rilis pengungkapan kasus tersebut. “Sudah ditangkap itu (pelakunya). Ada satu atau dua lagi yang belum ditangkap, makanya belum dirilis. Tapi apakah di Polda atau di Polres, belum tahu saya,” katanya.

Diketahui, kejadian itu bermula saat korban, DS (38) bersama rekan-rekannya berada di sebuah gubuk di Dusun Kuta Jering didatangi para pelaku yang menyuruh korban meninggalkan gubuk. Korban menolak sehingga terjadi cekcok.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Seorang pelaku sempat memukul korban dengan popor senapan angin. Korban terus melawan sampai salah seorang pelaku menyiramkan seember bensin dan menyulut api hingga korban tewas terbakar.

Para pelaku langsung melarikan diri. Rekan-rekan korban selanjutnya mencari pertolongan dan menghubungi polisi. Polisi langsung meluncur ke lokasi kejadian dan menemukan korban, mancis serta barang bukti ember plastik hitam yang sebelumnya digunakan untuk membawa bensin. Jenazah korban lalu dibawa ke RS Dzoelham untuk diotopsi. [KM-05]