Kawasan Restorasi di Sei Serdang Langkat Sebagai Epicentrum Ekosistem Dunia

Anggota MPR-DPR RI, Hinca Pandjaitan menandatangani prasasti 4 pilar kebangsaan di kawasan restorasi di Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, L:angkat. Foto : Istimewa

MEDAN, KabarMedan.com | Anggota MPR-DPR RI, Hinca Pandjaitan menyebut kawasan restorasi yang berada di Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) harus menjadi epicentrum untuk menjalankan niat baik menjaga oksigen dunia. Kawasan tersebut menjadi perhatian dunia karena menjadi habitat satwa dilindungi seperti gajah dan orangutan.

“Saya terinspirasi oleh tempat ini (kawasan restorasi). Biarkan tempat ini menjadi epicentrum niat baik dan memberi energi menjaga oksigen. Lokasi yang dekat dekat dengan TNGL ini menjadi tanggungjawab kita semua untuk menjaganya,” ujarnya dalam Rembug Bangsa 4 Pilar MPR, Rabu (25/11/2020) di Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Langkat.

Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (26/11/2020) sore, disebutkan Pembina Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC), Panut Hadisiswoyo, Direktur OIC, Fransisca, Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan, Kajari Langkat, Iwan Ginting dan Ahli Kehutanan USU, Onrizal juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat
Anggota MPR-DPR RI, Hinca Pandjaitan, Pembina Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC), Panut Hadisiswoyo, Direktur OIC, Fransisca, Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan, Kajari Langkat, Iwan Ginting dan Ahli Kehutanan USU, Onrizal dan lainnya di Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Langkat. Foto : Istimewa

Dikatakannya, 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI ada di buku tinggal dibaca lalu dipahami. Namun, di lokasi restorasi ini empat pilar kebangsaan nyata dengan haridnya negara di tengah-tengah masyarakat lewat dirinya sebagai anggota MPR RI dan pihak Kejari Langkat.

Baca Juga:  Indosat Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Melalui AI

“Kita saling bergotong-royong, baik masyarakat, OIC, Kejari Langkat dan MPR RI untuk menjaga dan melestarikan lokasi yang menjadi paru-paru dunia ini. Ini akan dikampanyekan ke seluruh dunia bahwa di lokasi ini satwanya kita lindungi, kawasannya kita restorasi dan masyarakatnya sejahtera,” katanya.

Direktur YOSL-OIC, Fransisca mengatakan, lokasi restorasi ini awalnya adalah perkebunan sawit sekitar 300 hektare. Dan saat ini akan ditebang habis. “Lokasi ini perlu dipulihkan karena jadi perlintasan satwa,”katanya.

Untuk program restorasi, lanjut Frasisca, YOSL-OIC sudah bekerja hampir di 10 site di sekitar kawasan TNGL. Biasanya kawasan yang dipulihkan awalnya merupakan perkebunan kelapa sawit. Kegiatan restorasi (pemulihan kawasan) pasti melibatkan masyarakat terutama perempuan. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penanaman pohon dan penandatanganan prasasti 4 pilar kebangsaan di kawasan restorasi. [KM-05]