Ma’ruf Amin Sebut Khilafah Tertolak karena Menyalahi Kesepakatan NKRI

MEDAN, KabarMedan.com |  Di Medan, Wakil Presiden RI terpilih periode 2019 – 2024, Ma’ruf Amin menyampaikan orasi budaya di hadapan wisudawan dan wisudawati Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah. Ma’ruf menyebut bahwa khilafah tertolak di Indonesia karena menyalahi kesepakatan.

Dijelaskannya, khilafah di Indonesia tidak ditolak melainkan tertolak. Ada perbedaan antara ditolak dan tertolak.

Ditolak, itu berarti khilafah masuk lalu ditolak. Sedangkan tertolak, artinya dengan sendirinya tidak diterima.

Tertolaknya khilafah, menurutnya bukan berarti tidak Islami. Sebab, di zaman dulu juga ada Khilafah Abbassiah, Khilafah Utsmaniah, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Tapi yang Islami itu bukan hanya khilafah. Kerajaan juga Islami. Ada kerajaan Deli, siak, Demak, Banten. Sekarang masih ada Kerajaan Saudi, Kerajaan Yordania yang dibenarkan ulama-ulama di sana,” katanya, Kamis (29/8/2019).

Seperti halnya dengan republik yang diterapkan di Pakistan, Mesir dan juga Indonesia. Dia pun menyebut beberapa negara lainnya seperti Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab.

Menurutnya, tertolaknya khilafah bukan soal Islami atau tidak. Melainkan karena tidak sesuai dengan kesepakatan. Indonesia, berdasarkan kesepakatan didirikan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

“Khilafah bukan ditolak. Ditolak itu artinya masuk lalu ditolak. Tapi tertolak dengan sendirinya karena menyalahi kesepakatan,” katanya.

Sebelumnya Ma’ruf menyebut Indonesia sebagai negara yang lahir dengan kesepakatan. Sepanjang menyalahi kesepakatan, maka tertolak dengan sendirinya.

Sebagaimana yang sudah menjadi konsensus nasional yakni dengan 4 pilar, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Ini adalah kesepakatan. Atas dasar itulah negara Indonesia didirikan, dibangun dan dikembangkan,” katanya. [KM-05]