Otak Pelaku Korupsi Alkes RSUD Perdagangan Simalungun Ditahan Kejatisu

Medan, KABARMEDAN | Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara  menahan Direktur CV Bina Husada Wan Kek Ali Sumitro, rekanan RSUD Perdagangan Kabupaten Simalungun yang terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan
alat-alat kesehatan (Alkes).

Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah hasil pengembangan dari tersangka yang terlebih dahulu  ditahan.
“Jadi ini hasil pengembangan bahwa ada keterlibatannya dalam kasus RSUD Perdagangan Simalungun. Karena dia juga sebagai otak pelaku,”ucap kordinator penyidikan, Hendrik Silitonga, Kamis (5/3/2015).

Disebutkannya,  peran tersangka sebagai orang yang mengatur proyek tersebut. Bahkan, tersangka juga merupakan wÀkil Direktur PT Buana Usada Alkesindo yang ikut peserta lelang.

Baca Juga:  Kurang dari 25 Menit Pelaku Pencurian Sekaligus Pembunuhan Berhasil Dibekuk Polisi

“Tersangka yang membuat hasil perhitungan sendiri (HPS) dan membawa 3 perusahaan. Dan tersangka sudah melakukan lobi-lobi, Direktur RS dan ikut bertemu dengan ketua panitia pengadaan dalam proses pelelangan,”pungkasnya.

Seperti diberitakan, penyidik Kejati Sumut menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yakni, Jon Elyas Sentosa Saragih selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ramli Sagala selaku Ketua Kelompok Kerja (POKJA) Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Andrianto, SE, selaku rekanan dalam kasus korupsi Alkes RSUD Perdagangan Kabupaten Simalungun.

Kasus korupsi alkes ini, juga terjadi dibeberapa daerah di Sumut diantaranya korupsi di RSUD Sultan Sulaiman Sergei, RSUD Panyabungan Kabupaten Madina, RSUD Dr. Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai dan RSUD Perdagangan Kabupaten Simalungun.

Baca Juga:  Dosen USI: Penambahan Usia Pensiun Polisi 60 Tahun Wujudkan Polisi Humanis

Dimana di daerah tersebut masing-masing mendapat anggaran Rp5 miliar yang bersumber dana dari APBN-P TA 2012 senilai Rp 116 miliar dan dana dekonsentrasi/tugas pembantuan di beberapa Kabupaten/Kota.Dalam pengadaan alat-alat kesehatan tersebut muncul dugaan korupsinya dengan modus pemahalan harga yang dilakukan  para tersangka. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.