MEDAN, KabarMedan.com | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengatakan bahwa stok minyak goreng masih mencukupi. Bahkan, produsen masih bisa melakukan ekspor.
“Rata-rata kebutuhan Sumut itu sekitar 45.500 ton per bulan, dan Insya Allah masih tercukupi. Produsen bahkan masih bisa mengekspor,” ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Aslan Sofian, dilansir dari SuaraSumut.id, Rabu (22/2/2022).
Aspan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying dengan memborong minyak goreng.
“Kita imbau masyarakat untuk tidak panik buying, karena secara kuantitatif jumlah minyak goreng masih cukup untuk di Sumut. Kita harapkan masyarakat membeli sewajarnya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, permasalahan yang terjadi saat ini salah satu alasannya karena kepanikan di tengah-tengah masyarakat.
Aspan menjelaskan, pihaknya akan melakukan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng. Operasi pasar akan digelar pada Maret di seluruh daerah di Sumut.
Mulai 1 sampai 5 Maret akan dilakukan operasi minyak goreng di daerah, rata-rata 40 ribu liter per Kabupaten/Kota,” jelasnya.
Aspan menuturkan, sebelumnya telah dilakukan distribusi minyak goreng ke daerah, namun ada kendala dalam hal pengiriman.
“Ada keterlambatan pendistribusian beberapa produsen ke daerah akibat jalur distribusi. Demikian juga ketersediaan infrastruktur lainnya,” tandasnya. [KM-07]














