Penerapan Prokes di Sekolah Diakui Belum Maksimal

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Lasro Marbun. (Foto: Ist)

MEDAN, KabarMedan.com | Dinas Pendidikan Provinsi Sumut mengakui implementasi penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah belum berjalan dengan maksimal.

Hal ini menjadi salah satu penyebab terus bertambahnya sekolah yang menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan mengalihkan ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

 “Imbauan sudah, implementasi memang, saya juga sudah sidak ke Karo, hasilnya memang diakui, prokes belum menjadi budaya, belum menjadi keterpanggilan, ini seperti terpaksa baru prokes,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Lasro Marbun, dilansir dari SuaraSumut.id, Kamis (17/2/2022).

Baca Juga:  Pertamina Pastikan Kesiapan Avtur untuk Dukung Penerbangan Haji 2026

Lasro mengaku, seharusnya prokes sudah menjadi budaya, panggilan dan kepedulian semua orang.

Walau begitu, kenyataannya tidak demikian. Selain mengunjungi sekolah di Kabupaten Karo, Lasro juga menemukan hal yang sama ketika mengunjungi sekolah di Medan.

“Kemarin saya ke SMA 2 dan SMA 3, hasilnya sama, belum jadi panggilan, harusnya kan terpanggil dia. Bukan karena dipaksa, bukan karena takut orang,” ujarnya.

Baca Juga:  Timsel KI Sumut Mulai Verifikasi 112 Berkas Calon Anggota

Dalam rangka memperbaiki pelaksanaan prokes di sekolah, Lasro menegaskan akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

“Besok kita akan rapat koordinasi dengan seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota secara daring. Kalau imbauan dari pemerintah sudah,” tandasnya. [KM-07]