Pengeroyokan Remaja SMA Berujung Kematian, Polisi Tangkap 4 Pelaku

Ilustrasi Penganiayaan Foto: Pixabay

MEDAN, KabarMedan.com | Polsek Percut Sei Tuan berhasil meringkus lima orang pelaku pengeroyokan yang berujung kematian seorang pelajar SMA berinisial ZS (18) di Lorong VII Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan, terjadi pada Kamis (10/12/2020) lalu.

Dikonfirmasi melalui aplikasi percakapan WhatsApp pada Selasa (15/12/2020) sore, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, IPTU JH Panjaitan mengatakan pihaknya masih melakukan pencarian terhadap para pelaku.

“Masih diselidiki. Sejauh ini sudah empat orang berhasil diamankan,” ujarnya.

Mengenai dugaan adanya pelaku lain, mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Area ini mengatakan untuk kasus ini dilimpahkan ke Polrestabes Medan. “Kasusnya sekarang ditangani Polrestabes Medan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Indosat Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Melalui AI

Diberitakan sebelumnya, pada Jumat (11/12/2020) yang lalu, pihaknya yang mendapat laporan adanya peristiwa tersebut kemudian langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.

“Dalam tempo 1×24 jam, pelakunya sudah diamankan,” kata Iptu JH Panjaitan.

Informasi yang dihimpun, sebelum tewas, korban sempat meminta uang kepada neneknya, pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB. Korban meminta uang untuk mengisi minyak sepeda motor kawannya, dan pergi bersamanya.

Satu jam kemudian, sejumlah orang mengantarkan korban ke Klinik Puja Dusun III Desa Bakaran Batu Kecamatan Batang Kuis, Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Korban yang merupakan warga Desa Bintang Meriah Kecamatan Batang Kuis ini mengalami luka lecet di dahi, benjolan di dahi akibat pukulan benda tumpul.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Tidak hanya itu, di dada korban juga mengalami luka gesekan dan mengeluarkan darah dari hidung. Sekitar pukul 23.55 WIB, nyawa korban tidak terselamatkan.

Pelaku pengeroyokan berjumlah delapan orang. Di atara pelaku yang berhasil diringkus, berinisial TI (17) warga Desa Sei Rotan Percut Sei Tuan, AP (21), dan BA (18).

Untuk motif, Kanit Reskrim menjelaskan pihaknya masih mendalami kasus pengeroyokan ini. Namun, salah seorang saksi mata yang melihat pengeroyokan ini mengatakan bahwa sempat terdengar suara teriakan bahwa korban merupakan ketua geng motor Ezto. [KM-05]