Penjual Sate Jadi Korban Pemerasan, Videonya Viral di Medsos

Tangkapan layar video pemerasan terhadap penjual sate di KM 12. (Istimewa)

MEDAN, KabarMedan.com | Seorang penjual sate di KM 12 Binjai menjadi korban pemerasan saat berjualan. Video aksi pemerasan itu viral di media sosial. Terlihat dalam video itu, pelaku mengancam akan membuat keributan setiap hari jika penjual sate itu tidak mau membayar. Pria itu juga sempat marah-marah kepada pembeli sate yang berbelanja.

Viralnya video berdurasi 3 menit 48 detik itu bermula dari unggahan di akun Facebook seseorang berinisial DA, dibagikan hingga 10.000 kali dengan 5.500 komentar. Pengunggah menulis keterangan ; ‘Assalamualaikum? Bantu viralkan y gaes, ini preman tukang palak pedagang kecil di jln Binjai km 12, jln pembangunan komp. Palem kencana . Medan Buat bapak Kapolsek setempat mohon bantuannya , karna ini SGT meresahkan para pedagang kecil, dan buat tmn2 tlg bantu viralkan,.’

‘Jadi sekarang cemana ini dek. Kakak itu ngapain. Kalian aja lah, kekmana sekarang. Ko nggak tau, jadi kan kubilang ko jangan kemari , ko kemari. Cemana coba lagi. Jadi ko kusuruh pigi, kau mau,’ ujar pria itu kepada pedagang sate.

Sambil memotong lontong, penjual sate itu menjawab dengan enteng. ‘Bentar lagi datang kakak itu. Aku nggak tau lah bang. Aku disuruh. Sampai sana dimarahi bosnya. Kalau disuruh bosnya cemana bang. Aku nggak tau bang. Aku kerja sama kakak itu, aku nggak kerja nggak makan aku,’ katanya.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Lantas pria berkaos hitam dengan rambut tipis itu membalas dengan makian. ‘Ko bandel berarti ya. Aku nggak peduli ko mau makan atau nggak, nggak urusan aku itu. Terserah kubilang sama kau, yang penting kalian bayar di sini. Nanti tiap hari kuributi jualan ko. Nggak percaya ko. Tiap hari. Pokoknya gini aja lah dek ya, aku malas banyak cakap. Besok ko nggak usah lagi jualan sini,’ katanya.

Tak lama kemudian, dia pun memarahi seorang perempuan yang diduga merekam video aksi pria tersebut. Dia sempat mengeluarkan caci maki kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut dengan jalan kaki.

Dikonfirmasi melalui telepon pada Selasa (16/2/2021) pagi, Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, pelaku sudah ditangkap. “Iya benar, pelaku sudah ditangkap,” ujarnya singkat.

Yasir menjelaskan, pihaknya sudah mengamankan pria tersebut dan diinterogasi di Polsek Sunggal. Yasir meminta kepada masyarakat yang mengalami hal serupa mau melaporkan secara resmi ke Polsek Sunggal khususnya agar bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Sampai saat ini kita belum menerima laporan dari korban sehingga tindakan yang kita lakukan ini dalam rangka pembinaan agar yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya lagi dan kita minta untuk meminta maaf kepada kemarin pedagang sate yang berusaha untuk diperas oleh yang bersangkutan,” katanya.

Sementara itu, di salah satu akun Instagram mengunggah video pria tersebut bertelanjang dada dengan celana jins panjang menyatakan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Tato menghiasi kedua tangannya. Dalam video tersebut, dia didampingi Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi.

“Saya bersedia meminta maaf kepada setiap tukang sate walaupun saya digiring. Dan saya tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi. Saya menyesal. Setiap tukang sate di kilometer 12. Saya tak akan melakukan ini lagi. Saya menyesal dan saya berjanji akan melakukan permohonan maaf kepada setiap pedagang sate,” ujarnya sambil menunduk. [KM-05]