Perang Tidak Meluas, IHSG dan Rupiah Berbalik Menguat

Foto: Ist

MEDAN, KabarMedan.com | Setelah sempat terpuruk sebelumnya, IHSG pada perdagangan hari ini ditutup menguat. IHSG menguat di level 6.888,17 atau naik 1,03%.

Penguatan kinerja IHSG terdorong oleh membaiknya kinerja bursa di global. Perang yang pecah di Ukraina tidak menjadi sentimen negative bagi pasar keuangan yang berkepanjangan.

Kinerja pasar keuangan membaik seiring dengan perang yang kemungkinan besar hanya terfokus di wilayah Ukraina. Belum berpotensi meluas ke negara lainnya.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan meskipun perang dunia ketiga terancam terjadi, namun sejauh ini kondisinya masih terkendali.

Baca Juga:  Pertamina Pastikan Kesiapan Avtur untuk Dukung Penerbangan Haji 2026

Menurutnya, pelaku pasar terus memantau perkembangan perang itu sendiri seraya melihat dampak negatif terhadap ekonomi yang mungkin terjadi. Khususnya dampak perang terhadap harga komoditas yang berfluktuasi.

“Senada dengan kinerja IHSG, mata uang Rupiah juga diperdagangkan menguat. Meskipun rupiah sempat melemah hingga ke level 14.450-an per US Dolar. Pada perdagangan sore ini kinerja mata uang Rupiah menguat diperdagangkan di kisaran 14.365 per US Dolarnya,” jelasnya, Jumat (25/2/2022).

Gunawan menambahkan, keuangan nasional kompak menguat di sesi perdagangan akhir pekan ini.

Sementara itu, harga emas dunia yang sempat menguat hingga $1.968 per ons troy, berbalik arah dengan ditransaksikan melemah di kisaran $1.916 per ons troy sejauh ini.

Baca Juga:  Timsel KI Sumut Mulai Verifikasi 112 Berkas Calon Anggota

“Harga emas dunia terkoreksi setelah dilanda aksi profit taking, serta perang yang belum berpotensi meluas ke wilayah lainnya,” ujarnya.

Gunawan menuturkan, pelaku pasar ke depan masih akan terus memantau perkembangan perang di Ukraina. Dan bila ke depan perkembangan perang mereda atau tidak menunjukkan gejala meluas, maka pasar keuangan akan kembali ke sentimen ekonomi.

“Goncangan pada pasar keuangan ke depan sepertinya lebih akan terkendali,” tandas Gunawan. [KM-07]