MEDAN, KabarMedan.com | Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut menegaskan, penangkapan RJ yang diduga sebagai otak pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna tidak ada hubungannya dengan organisasi tersebut.
“Kita pertegas bahwa tidak ada sangkut pautnya kejadian itu dengan PHDI Sumut. Walaupun RJ baru menjabat sebagai Ketua PHDI Sumut pada November 2016. Kita saja merasa terpukul dengan kejadian ini,” kata Sekretaris PHDI Sumut, Narain Sami, di Sekretariat PHDI, Jalan Zainul Arifin Medan, Selasa (24/1/2017).
Dirinya memberi apresiasi kepada pihak kepolisian yang dapat dengan cepat mengungkap kasus penembakan yang menewaskan pengusaha toko air softgun tersebut.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian, untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus ini.
“Kita tidak mau menyalahkan RJ bersalah sebelum ada putusan hakim. Kita serahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian. Kita kan negara hukum, jika memang bersalah proses secara hukum,” ungkapnya.
Ia juga meminta kepada masyarakat jangan menghukum pengurus PHDI dengan kasus ini.
“Janganlah masyarakat menghukum pengurus PHDI makan uang, korupsi dengan adanya kasus ini,” ucapnya.
Disinggung langkah apa yang akan diambil jika RJ selaku Ketua PHDI Sumut ini bersalah, ia mengaku akan melakukan koordinasi dengan PHDI Pusat.
“Kita ada AD/ART yang mengatur tentang organisasi. Tindakan ada, namun kita tunggu komando dari pusat. Kita masih menunggu keputusan apakah pak RJ bersalah atau tidak. Jika ternyata ketuk palu dan pak RJ tak bersalah berdosa kita,” pungkasnya. [KM-03]














