Produksi Ecstasy di Dalam Rutan, Seorang Napi Ditangkap

MEDAN, KabarMedan.com | Seorang narapidana ditangkap di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IA Tanjung Gusta. Ia kedapatan menyimpan alat cetak yang diduga digunakan untuk memproduksi pil ecstasy.

Narapidana yang diamankan adalah Andi Salim alias Mr Lim, yang menghuni sel 4, blok I Rutan Tanjung Gusta. Ia merupakan terpidana kasus narkotika yang tengah menjalani hukuman 8 tahun penjara, dan merupakan jaringan bandar besar Togiman alias Toge.

Pembuatan pil ecstasy yang dilakoni Andi terbongkar ketika petugas melakukan razia rutin akhir pekan lalu. Ia diamankan saat razia rutin yang digelar, pada Jumat 3 Febuari 2017.

Baca Juga:  Sungai di Liberia Diduga Tercemar Limbah Pabrik Ubi, Warga Temukan Ikan Mati

“Dari sel Andi ditemukan 91 butir pil yang diduga inex (ecstasy) beserta alat cetak manual,” kata Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Klas IA Tanjung Gusta Medan, Nimrot Sihotang, Senin (6/2/2017).

Andi diduga memproduksi pil ecstasy dengan bahan baku seadanya. Narkotika itu disinyalir dijual ke sesama warga binaan, karena sebelumnya seorang napi juga kedapatan menyimpan sebutir pil itu di selnya. Andi dan barang bukti selanjutnya diserahkan ke polisi.

“Kita serahkan ke Polsek Helvetia untuk proses selanjutnya,” ungkap Nimrot.

Keterlibatan kaki tangan Togiman alias Toge alias Tony dalam peredaran narkoba di penjara bukan baru kali ini terjadi. Rekannya Hendy lebih dulu ditangkap beberapa waktu lalu. Dari tangannya petugas menyita puluhan gram kristal putih yang diduga sabu-sabu. Selain itu, didapati pula 1 unit timbangan elektrik dan handphone.

Baca Juga:  Sungai di Liberia Diduga Tercemar Limbah Pabrik Ubi, Warga Temukan Ikan Mati

Andi dan Hendy ditangkap bersamaan. Keduanya diringkus di kamar 1409 Hotel Best Western, Makassar, awal April 2016. Saat itu Hendy dalam pelariannya setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap peredaran 21,425 kg sabu-sabu dan 44.849 butir pil ecstasy yang diatur Togiman dari dalam penjara. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.