Putra Syamsul Hanya Dituntut 3 Tahun 4 Bulan Penjara

KABAR MEDAN | MTA (17) putra dari tersangka Syamsul Anwar dan Radika yang melakukan penganiayaan PRT di Jalan. Beo simpang Jalan Angsa, Kecamatan Medan Timur dituntut 3 tahun 4 bulan penjara. Terdakwa terbukti melakukan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) tersebut.

“Terdakwa dituntut 3 tahun 4 bulan karena melakukan penganiayaan terhadap PRT. Tuntutan itu sudah maksimal untuk terdakwa sesuai dengan dakwaan,” sebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mirza Erwinsyah dalam sidang tertutup yang dipimpin hakim tunggal Nazzar Effriandi di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (31/12/2014) siang.

Berbeda dengan MHB (17), MTA tidak dikenakan Pasal 338 atau pembunuhan. Selebihnya, dia dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) jo 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana karena melakukan penganiayaan terhadap 3 PRT jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 56 KUHP jo Pasal 44 ayat 3 UU No 23 Tahun 2014 tentang KDRT.

Baca Juga:  Rektor UMTS Dukung Usia Pensiun Polisi Jadi 60 Tahun

MTA merupakan anak dari pemilik usaha penyaluran PRT yang juga jadi tersangka, yaitu pasangan Syamsul Anwar dan Radika. Keduanya hadir di persidangan untuk mendampingi anaknya.

Syamsul Anwar dan Radika merupakan pemilik rumah yang digerebek polisi di Jalan Beo Medan beberapa waktu lalu. Dari rumah itu diselamatkan 3 PRT yang menjadi korban penganiayaan. Diketahui seorang PRT bernama Hermin alias Cici telah dibunuh di sana. Mayatnya ditemukan di Barus Jahe Karo.

Baca Juga:  Kurang dari 25 Menit Pelaku Pencurian Sekaligus Pembunuhan Berhasil Dibekuk Polisi

Syamsul Anwar, Radika, anaknya MTA (17), keponakannya Jakir, pekerjanya MHB (17) dan Kiki Andika, serta sopirnya Ferry jadi tersangka dalam perkara ini. MHB sudah dituntut dengan hukuman 10 tahun penjara, sedangkan 5 tersangka lainnya masih dalam proses pemberkasan. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.