MEDAN, KabarMedan.com | Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, pasar keuangan dalam sepekan ke depan akan dibayang-bayangi kembali dengan kemungkinan agresi militer Rusia ke Ukraina.
Perkembangan terbaru dari Ukraina saat ini adalah terjadi baku tembak antara pemerintah Ukraina dengan milisi Pro Rusia.
Sehingga pelaku pasar berspekulasi bahwa ini akan menjadi pintu masuk perang yang lebih besar dimana Rusia dimungkinkan untuk melakukan agresi ke Ukraina.
Jadi, di pekan ini pasar akan lebih bergerak dengan dorongan masalah geopolitik di Eropa. Sementara itu, sajian data-data ekonomi yang paling berpengaruh baru akan datang di dua hari terakhir perdagangan pekan ini.
Meski demikian, sekalipun rilis data dari Amerika Serikat nantinya membaik, namun juga dapat ditafsirkan sebagai kemungkinan yang lebih meyakinkan akan dilakukannya Taper Tantrum.
“Saya memperkirakan IHSG di pekan ini akan kembali dalam tekanan. Dimana potensi IHSG untuk diperdagangkan di kisaran 6.730 hingga 6.770 sangat terbuka,” ujarnya, Selasa (22/2/2022).
Menurutnya, IHSG masih akan sulit naik seiring dengan ketidakpastian masalah politik di Eropa. Sementara itu, mata uang Rupiah juga berpeluang mengalami tekanan. Walaupun tekanan Rupiah diperkirakan sifatnya terbatas.
“Untuk harga emas dunia, saya melihat memang berpotensi naik. Sejauh ini emas sedang bertengger di kisaran $1.900 per ons troy. Emas memiliki peluang untuk mendekati harga $2.000 per ons troy di pekan ini,” katanya.
Gunawan menuturkan, jika Rusia benar-benar menginvasi Ukraina, kinerja harga emas diperkirakan akan lebih banyak tertahan oleh faktor teknikal.
Sementara itu, harga emas akan sangat diuntungkan dengan eskalasi perang yang terus meningkat. Di sisi lainnya, saya menilai peluang pasar keuangan untuk bergerak di zona hijau tetap terbuka di pekan ini.
Gunawan menambahkan, jika konflik di Eropa membaik maka peluang pasar keuangan berbalik di zona hijau sangat terbuka. Potensi tersebut berpeluang terjadi di pertengahan pekan hingga tutup perdagangan.
Meskipun bisa saja terjadi sebaliknya dimana tekanan berlangsung dalam sepekan penuh. Sehingga, pekan ini potensi pasar bergerak volatile sangat terbuka. Pelaku pasar akan berhati-hati di pekan ini.
“Kejutan baru secara tiba-tiba di pasar keuangan masih berpeluang terjadi. Sehingga pelaku pasar sebaiknya terus mengupdate perkembangan geopolitik di Eropa, guna meminimalisir potensi risiko yang kerugian yang signifikan,” tandasnya. [KM-07]















