Sempat Anjlok, Harga Cabai Merangkak Naik, Produksi Suplus

MEDAN, KabarMedan.com | Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan sempat anjlok. Selama beberapa hari belakangan mulai merangkak naik. Jatuhnya harga cabai diduga karena adanya panen di sejumlah daerah.

Seorang pedagang cabai di Pasar UK, di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, mengatakan dia menjual cabai di kisaran harga Rp 16.000 sejak tiga hari yang lalu. Cabai merah itu dari Kabupaten Samosir. Sebelumnya, dia menjual cabai dari kabupaten yang sama di harga Rp 12.000 per kilogram.

“Ini harga udah mulai normal lah. Rp 16.000-an per kilogram. Sempat turun jadi Rp 10.000 – Rp 12.000 per kilogram. Ini dah tiga hari naik. Dari Samosir juga ini. Di sana katanya udah mulai habis panen, jadi ya naik harganya,” katanya, Kamis (1/7/2021).

Tak jauh dari tempatnya berjualan, Rohayah menjual dengan harga Rp 24.000 per kilogram. Menurutnya, harga itu wajar karena cabainya masih fresh dan cantik. Cabai itu bukan dari Samosir, melainkan dari Batubara dan Deli Serdang. “Iya lah bang, kan cantik cabenya. Itu ada juga yang dari Samosir, tapi barang minggu lalu, Rp 20.000,” ucapnya.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Begitu halnya di Pusat Pasar. Seorang pedagang bernama Rosario menjelaskan, cabai merah kali ini yang ada di pasaran berasal dari Medan, Deli Serdang, Batubara, dan Serdang Bedagai. Harganya saat ini memang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya lantaran masih panen awal.

“Karena masih awal, makanya barangnya cantik. Di sini beda harganya sikit nyah. Orang asal cabai sama,” katanya.

Kepala Sub Bagian Porgram Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, Fahri menjelaskan, harga cabai merah per kilogram di tingkat petani di sejumlah daerah bervariasi. Mulai dari Rp 10.000, hingga Rp 35.000. Dia mencontohkan, di Mandailing Natal Rp 15.000, Nias Rp 35.000, Samosir Rp 12.000

“Di Nias itu Rp 35.000 per kilogram, cuman ongkos kan tinggi. Samosir dan Serdang Bedagai Rp 12.000, lalu Langkat, Humbang Hasundutan, dan Deli Serdang itu Rp 10.000,” katanya.

Di bulan Januari, harga rata-rata Rp 27.000 – Rp 30.000. Mei turun menjadi Rp 19.000 dan Juni kembali turun menjadi Rp 13.000. “Memang banyak panen di beberapa daerah. Di satu sisi menggembeirakan karena pasokan yang ada bisa memenuhi kebutuhan. Produksi terjaga namun harga yang tidak memihak,” katanya.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Dijelaskannya, dalam hal ini pihaknya berperan dalam menjaga produksi. Paket-paket bantuan kepada petani untuk pertanaman cabai disalurkan sejak bulan November untuk menggenjot produksi. Selain itu, agar pasokan di lapangan tetap tersedia dan inflasi yang terjadi di 2018 – 2019 tidak terulang.

“Jadi paket-paket bantuan kan disalurkan untuk menghindari inflasi di tahun-tahun sebelumnya yang biasanya terjadi di pertangahan tahun. Dulu kan sempat harganya sampai Rp 80.000 – Rp 100.000 per kilogram,” katanya.

Di bulan Juni, panen cabai terjadi di 30 kabupaten kota di Sumatera Utara dengan angka produksi mencapai 17.446 ton. Surplus sebesar 6.692 ton dari angka kebutuhan sebanyak 10.484 ton. Total ketersediaan cabai merah saat ini sebanyak 33.707 ton. [KM-05]