Simulasi BelajarTatap Muka di Sergai, Ini Hal yang Harus Diperhatikan

Simulasi belajar tatap muka di Serdangbedagai. (Istimewa)

MEDAN, KabarMedan.com | Wakil Bupati Serdangbedagai Adlin Umar Yusri Tambunan meninjau simulasi pelaksanaan proses belajar mengajar di SMP Negeri 1 Perbaungan dan SDN 108293 Perbaungan, Senin (6/9/2021). Dia menekankan agar protokol kesehatan diterapkan secara ketat selama berlangsungnya pembelajaran.

“Tolong prokesnya dijaga ketat. Seluruh guru, penjaga sekolah dan siswa semuanya harus menggunakan masker dan tidak berkerumun. Jika jam belajar mengajar selesai, langsung balik ke rumah, tidak diizinkan untuk berkumpul-kumpul,” ujarnya.

Adlin ini juga meminta agar seluruh guru yang belum divaksin untuk segera di vaksin di puskesmas terdekat dan jika didapati siswa dan guru yang sakit segera ditindak lanjuti. Tidak didiamkan.

Dia mengkhawatirkan jika terdapat anak didik atau guru yang terpapar COVID-19 dapat berdampak pada proses belajar mengajar. Dia kemudian membuat perumpamaan. Jika saja siswa SMP sederajat di Serdangbedagai ada 17 ribu.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

“Jika 5 persennya saja terpapar pandemi ini, rumah sakit kita belum mampu menanganinya. Maka itu saya minta prokes dijaga ketat,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdangbedagai, Suwanto mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan asosiasi kelapa sawit Indonesia untuk mendatangkan vaksin yang akan diperuntukkan para siswa yang belum divaksin.

“Data-data siswa kita mulai dari SMP, SMA, Aliyah dan Tsanawiyah dan sederajat yang berjumlah kurang lebih 45 ribu siswa sudah kita serahkan. Kita harapkan dalam bulan ini rencana tersebut bisa terealisasi,” ujarnya.

Kepada para guru yang belum divaksin untuk segera ke puskesmas terdekat, dengan membawa surat pengantar dari sekolah.

Seluruh guru yang mengajar tatap muka harus sudah divaksin sebagaimana tertera dalam petunjuk teknis.

“Begitu juga penjaga dan petugas kebersihan sekolah,” ujarnya.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Perbaungan, Sahara Andini menyebutkan simulasi proses belajar mengajar tatap muka dilakukan dari pukul 08.00 WIB-pukul 10.00 WIB.

Para siswa akan diperiksa suhu tubuhnya dan disemprot disinvektan.

Hal tersebut dilakukan dari gerbang masuk sekolah. Setelah itu mencuci tangan saat mau masuk ke kelas, dan duduknya juga dilakukan zig zag. Siswa yang masuk maksimal 20 siswa per kelas.

Para siswa diharuskan membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Saat pulang dilakukan secara bergiliran Sesuai dengan kelasnya.
Para siswa juga tidak boleh pinjam alat belajar, seperti pulpen, buku dan lainnya.

Begitu juga para guru disiapkan satu spidol satu guru. Para siswa juga hanya masuk dua hari, selebihnya diberi tugas dan ditentukan jadwal kembali ke loker. [KM-05]