Sumatera Utara Berperan Penting Dalam Meningkatkan Produksi Sawit

MEDAN, KabarMedan.com | Masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang seluk-beluk sawit, dinilai menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan sawit untuk terus menjadi penopang utama ekonomi.

Kondisi itu juga menjadi bahan kampanye negatif oleh negara-negara asing seperti uni Eropa untuk melancarkan kampanye hitam tentang sawit.

Demikian dikatakan ketua Forum Wartawan Perkebunan (Forwabun) dalam acara Dialog Publik Biodiesel 50 dan Deklarasi Forum Wartawan Perkebunan (Forwabun) Sumut di Aula PPKS, Medan, Kamis (27/6/2019).

“Padahal banyak sekali hal positif dari sawit yang langsung menyentuh kebutuhan kita dalam menjalani kehidupan. Industri hulu hingga hilir sawit seluruhnya menunjukkan bahwa sawit menjadi komoditi utama yang mampu mensejahterakan Indonesia,”

Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara, Herawati mengatakan, pemerintah terus mengembangkan industri sawit mulai dari hulu hingga hilir. Salah satu pengembangan utama yakni menjadikan produk dari sawit sebagai bahan untuk menghasilkan energi, seperti produksi biodiesel yang tujuannya mengurangi penggunaan BBM yang bersumber dari fosil.

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

“Ada B20 dan sekarang B30 sedang dikembangkan. Bahkan kedepan para ahli juga sedang mengembangkan B50,” ungkapnya.

Jika hal ini berhasil, maka dipastikan sawit Indonesia tidak lagi menggantungkan nilai ekonomisnya dari sisi ekspor CPO. Justru nilai ekonomisnya akan semakin tinggi berkat produk turunan yang dihasilkan.

“Jika sudah menerapkan B100 misalnya maka sawit kita tidak perlu ekspor lagi, karena akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi biodiesel di Indonesia. Sehingga tidak perlu lagi tergantung dari aturan-aturan dari negara lain seperti uni eropa yang masih menolak sawit Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Dukung Penataan Kota dan Penguatan Pelayanan Publik di Tanjungbalai

GM Bahan Tanaman PPKS, Edy Supriyanto mengatakan, Sumatera Utara menjadi salah satu sentra kelapa sawit yang memegang peran penting dalam meningkatkan produksi sawit.

Keberadaan PPKS senantiasa mendukung berbagai upaya pemerintah untuk mewujudkan peningkatan kualitas sawit. Dari sisi keilmuan, PPKS menurutnya memiliki peneliti-peneliti yang sangat kompeten dalam mencari peluang apa saja produk yang dapat dihasilkan sawit.

“Namun hal itu tidak akan sampai kepada masyarakat jika tidak disosialisasikan. Dalam hal inilah peranan media massa sangat dibutuhkan,” pungkasnya. [KM-03]