Sumut dan Aceh Tuan rumah PON 2024, Menpora Optimis Prestasi Olahraga Sumut Bangkit

Menpora Republik Indonesia Zainudin Amali optimis prestasi olah raga Sumatera Utara (Sumut) akan bangkit pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang mana nantinya Sumut dan Aceh akan menjadi tuan rumahnya. Foto : Istimewa

MEDAN, KabarMedan.com | Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Zainudin Amali optimis prestasi olah raga Sumatera Utara (Sumut) akan bangkit pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang mana nantinya Sumut dan Aceh akan menjadi tuan rumahnya. Hal tersebut disampaikannya ketika berada di Medan, Kamis (12/11/2020).

“Saya yakin dan optimis bahwa Sumatera Utara akan bangkit lagi prestasi-prestasi olahraganya dan Sumut akan menjadi penyumbang untuk tim-tim nasional diberbagai cabang olahraga,” kata Menpora di Medan.

Dikatannya, untuk di luar Pulau Jawa, Sumut selalu peringkat atas. Bahkan, untuk cabang-cabang olahraga tertentu juga paling menonjol seperti sepak bola dan tinju. “Dan dalam peta olahraga nasional Sumut adalah daerah terpenting penyumbang talenta-talenta,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya sport center di Sumut dapat menunjang para atlet untuk meningkatkan kapasitas. “Sumut – Aceh akan menjadi tuan rumah PON pada 2024 oleh karena itu harus ada dukungan fasilitas, bahkan Sumut akan membangun sport center di Deli Serdang dan kita mendukung penuh hal itu,” ujarnya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menegaskan, pembangunan sport center yang di Deli Serdang, akan dimulai pada awal Januari 2021. “Awal Januari akan dimulai pembangunan sport center ini. Insya Allah di 2024 arena olahraga terbesar di Asia ada di Sumatera Utara. Di mana, sport center ini memiliki venue 46 cabang olahraga,” tegasnya.

Baca Juga:  Indosat Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Melalui AI

Edy menambahkan, pembangunan sport center seluas 300 hektare akan dibangun untuk venue-venue cabang olahraga dan juga dibangun fasilitas lainnya seperti rumah sakit, tempat belanja dan tempat pariwisata yang akan digunakan baik secara nasional maupun internasional.

“Bahkan desain sport center ini seperti pohon sawit, karena Sumatera Utara tidak jauh dari gambaran kebun sawit. Dan seluruh venue cabang olahraga ada di tempat ini,” ujarnya.

Dikatakannya, stadion yang dibangun berkapasitas 75.000 orang. Saat ini sudah sudah groundbreaking dan sedang mulai pematangan tanah. Tanggal 1 Januari, lanjutnya, sudah selesai dan siap dibangun. Pembangunan sport center itu juga, kata Edy dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBP).

“Insya Allah di 2024 arena olahraga terbesar di Asia ada di Sumatera Utara. Di mana, sport center ini memiliki venue 46 cabang olahraga,” tegasnya.

Uji Publik Penyusunan Grand Design Keolahragaan
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia melakukan uji publik Penyusunan Grand Design Keolahragaan di Kota Medan. Di mana, uji publik Penyusunan Grand Design Keolahragaan ini melibatkan para akademisi dan juga stakeholder penggiat olahraga di Sumut.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Uji publik penyusunan Grand Design Keolahragaan dibuka langsung oleh Menpora Zainudin Amali yang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Wagub Sumut Musa Rajecksyah, anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin, Sofyan Tan, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafidz, Rektor Unimed Syamsul Gultom dan stakeholder lainnya.

Menpora mengatakan, uji publik Penyusunan Grand Design Keolahragaan ini untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo terkait perbaikan ekosistem keolahragaan nasional. Sebab selama ini, Indonesia tidak mempunyai grand design yang jelas tentang pembinaan olahraga meski 75 tahun merdeka.

Zainudin Amali juga menekankan pembinaan prestasi olahraga Indonesia wajib diatur dan tidak boleh terbentuk dengan instan. “75 tahun kita sudah meredeka, tapi kita tidak mempunyai grand design yang jelas. Terciptanya atlit berprestasi harus di desain bukan karena dicari,” ucapnya.

Grand Design Keolahragaan Nasional memiliki sasaran jangka menengah dan jangka panjang mulai 2020 hingga tahun 2045. “Dengan melakukan revitalisasi di berbagai jenjang pembinaan dengan dukungan sport science agar pembinaan bisa lebih terukur,” ujarnya [KM-05]