Telkomsel Kampanye Penggunaan Internet Secara Sehat

#internetBAIK sebagai sebuah kampanye cyber wellness meliputi rangkaian aktivitas sosialisasi danworkshop yang ditujukan bagi segmen anak-anak (murid Sekolah Dasar kelas 4-6) dan remaja (murid Sekolah Menengah Pertama) sebagai entry level pengguna Internet, serta para orang tua dan guru yang berperan sebagai pengawas dan pendamping, sehingga pemahaman mengenai pemanfaatan internet secara BAIK diharapkan dapat terwujud secara komprehensif.

Selain itu, #internetBAIK juga akanberkolaborasi dengan berbagai komunitas dan pemangku kepentingan terkait, sehingga kampanye ini bisa berkembang menjadi sebuah gerakan sosial yang meningkatkan awareness masyarakat luas mengenai pentingnya penggunaan internet secara bijak.

Pada tahap awal ini, Telkomsel melibatkan Yayasan Kita dan Buah Hati yang sejak 1998 telah fokus dalam kegiatan konsultasi, pendampingan, pelatihan dan advokasi seputar isu keluarga dan pengasuhan anak; ICT Watch sebagai organisasi penggagas awal gerakan digital literasi “Internet Sehat” sejak 2002; dan Kakatu, sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk memproteksi dunia digital anak agar terhindar dari kecanduan gawai, permainan online dan konten negatif lain yang ada di dalamnya.

Telkomsel melalui #internetBAIK juga ingin memberikan dukungan kepada pemerintah dalam menyebarluaskan gerakan Agen Perubahan Informatika (API), yang ditujukan untuk menjadi garda depan dalam melakukan pendidikan internet.

Acara peluncuran #internetBAIK pun dimanfaatkan sebagai momen penting perwujudan komitmen Kemkominfo untuk menggalakkan pemanfaatan layanan broadband yang positif dan konstruktif, dengan melakukan peluncuran web aplikasi API.id sebagai media daring untuk memonitor dan memperluas proses rekrutmen Agen Perubahan Informatika (API), serta buku “Panduan IN-CAKAP” dan komik “Cakap Bermedia Sosial” yang berisi pedoman berinternet secara cerdas, kreatif dan produktif, yang menuntun para pengguna internet agar dapat mengakses internet secara lebih baik sesuai dengan etika, budaya dan norma yang berlaku.

“Pada akhirnya kami juga mengajak para pemangku kepentingan untuk turut bekerjasama sehingga bersama kita semua dapat membangun aliansi strategis dalam menyebarkan pemahaman penggunaan dan pemanfaatan teknologi seluler secara Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif,” pungkas Ririek. [KM-01]