Wali Kota Medan Berencana Hadirkan Program Edukasi Dalam Rangka Atasi Stunting

Wali Kota Medan, Bobby Nasution menerima audiensi PDKI Sumut, Kamis (27/1/2022). (Foto: Ist)

MEDAN, KabarMedan.com | Wali Kota Medan, Bobby Nasution berencana mengadakan sebuah program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang akan menikah dan pasangan yang akan memiliki anak pertama dalam rangka mengatasi permasalahan stunting.

Program edukasi dan sosialisasi ini diharapkan masyarakat akan tahu langkah apa yang harus dilakukan agar anak mereka nantinya terhindar dari stunting.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan saat menerima audiensi Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) Cabang Sumut di Balai Kota.

Dalam menyukseskan program tersebut, Bobbya mengajak PDKI Cabang Sumut berkolaborasi bersama Pemko Medan mengatasi permasalahan stunting.

Bobby meminta kepada PDKI Sumut untuk terus mendampingi Pemko Medan dalam menjalankan program tersebut, seperti memberikan pemaparan terkait tentang bagaimana penanganan stunting.

Baca Juga:  Sekda Provsu Lepas Kloter 1 Jemaah Haji Sumut

Bobby mengungkapkan, Yayasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga memberikan makanan tambahan bagi anak-anak di 4 Kecamatan di Kota Medan guna mencegah terjadinya stunting.

“Dari situ saya berpikir untuk membuat program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang akan menikah dan pasangan yang akan memiliki anak pertama, terkait langkah apa yang harus dilakukan agar anak mereka nantinya terhindar dari stunting,” ungkapnya, Kamis (27/1/2022).

Sebelum program tersebut dijalankan, Bobby meminta OPD terkait menyiapkan data stunting di Kota Medan selama 2 minggu ke depan.

Baca Juga:  Pertamina Pastikan Kesiapan Avtur untuk Dukung Penerbangan Haji 2026

Jika pendataan ini sudah selesai, maka PDKI Sumut bisa langsung menganalisis sebagai tindak lanjut penanganan stunting.

“Kita akan memberikan edukasi kepada ibu-ibu muda atau calon pengantin mengenai stunting seperti apa dan cara mencegahnya,” terang Bobby.

Ketua PDKI Sumut, dr Isti Ilmiati Fujiati mengatakan pihaknya memiliki program Kompak Medan yang berbentuk kolaborasi untuk mengendalikan penyakit kronis di Kota Medan, seperti Tuberkulosis (TBC) dan diabetes.

“Kami juga memiliki program penanganan stunting di Kota Medan untuk memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada seribu hari pertama kehidupan,” tandas Isti. [KM-07]