JAKARTA, KabarMedan.com | Hasil rekomendasi dan kesimpulan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan yang dialami MS, pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ditargetkan rampung dan diumumkan dalam dua minggu ke depan.
“Minggu depan kami akan konsentrasi pada penulisan analisa temuan, kesimpulan dan rekomendasi. Minggu ke dua bulan November akan kami keluarkan hasilnya,” ujar Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, Rabu (3/11/2021).
Beka mengatakan minggu ini timnya sedang berusaha merampungkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang memiliki informasi terkait dugaan pelecehan seksual dan perundungan yang dialami MS.
Sebelumnya, tepatnya pada Selasa (2/11/2021) kemarin, Komnas HAM menggali informasi terkait kondisi psikologis MS dari seorang psikolog.
Sehari sebelumnya, Kepala Kesekretariatan KPI dipanggil untuk digali keterangannya.
Pada Kamis (4/11/2021), Komnas HAM berencana menggali keterangan dari sejumlah psikolog lainnya.
Seperti diketahui sebelumnya, beberapa waktu lalu korban MS mengejutkan publik dengan pengakuannya sebagai korban pelecehan seksual dan perundungan.
Para terduga pelaku merupakan rekan kerjanya sesama pegawai KPI.
MS mengungkapkan menerima perlakuan tidak menyenangkan dari teman-teman kantornya. Mulai dari diperbudak, dirundung secara verbal maupun non verbal, bahkan ditelanjangi.
Kejadian itu terus terjadi hingga 2014 sampai akhirnya MS divonis mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) usai ke psikolog di Puskesmas Taman Sari karena semakin merasa strss dan frustasi.
“Kadang di tengah malam, saya teriak teriak sendiri seperti orang gila. Penelanjangan dan pelecehan itu begitu membekas, diriku sama tak sama lagi usai kejadian itu, rasanya saya tidak ada harganya lagi sebagai manusia, sebagai pria, sebagai suami, sebagai kepala rumah tangga. Mereka berhasil meruntuhkan kepercayaan diri saya sebagai manusia,” tulis MS dalam surat terbukanya beberapa waktu lalu. [KM-07]















