“Semalam dia sehat-sehat saja. Selama liburan dia di rumah saya di Jalan Murai, Perumnas Mandala,” kata bibi korban, bernama Lina.
Sebelum tewas, mahasiswi semester II tersebut sempat minta diantar pulang ke asramanya. Korban yang merupakan warga Desa Petapahan, Kampar, Riau itu mengaku harus segera kembali, karena mereka akan berangkat praktik ke Saribu Dolok, Kabupaten Simalungun.
Dirinya tiba-tiba dihubungi salah seorang dosen di Akbid Sari Mutiara. “Saya ditelepon dan disuruh datang. Kata ibu itu, si Ratna sakit,” jelas Lina.
Sesampainya di kampus Akbid Sari Mutiara, Lina mendapati keponakannya tewas di gedung Magnolia, Lantai II Kampus Akbid Sari Mutiara. “Saya lihat keponakanku sudah digotong dan dibawa ke sini untuk diotopsi,” sebutnya.
Kapolsek Helvetia, Kompol Hendra Eko Tri Yulianto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. “Kita sudah memeriksa dua saksi, termasuk petugas cleaning service bernama Sri Wahyuni yang pertama kali menemukan korban,” ungkapnya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, diduga korban melakukan tindakan bunuh diri. “Dari lokasi ditemukan bungkus obat Resochin, muntahan, dan 1 unit Handphone, dan cangkir. Namun kasusnya masih kita selidiki,” pungkasnya. [KM-03]














