TNI AL Ungkap 78 Kasus Kejahatan di Laut Wilayah Barat

MEDAN, KabarMedan.com | TNI AL mengungkap sebanyak 78 kasus kejahatan yang terjadi di laut wilayah Barat pada tahun 2015. Para pelaku yang ditangkap telah menjalani proses. Otak pelaku kejahatan diberikan hukuman. Sementara pelaku kejahatan ringan yang sifatnya administrasi diberikan pembinaan.

“Tidak semua pelaku kejahatan diproses secara hukum. Kita masih mengutamakan pembinaan kepada pelaku yang melakukan pelanggaran administrasi. Seperti halnya pelaku yang berperan sebagai operator kapal atau boat yang disewa pelaku kejahatan utama, Lantamal memberikan pembinaan,” ujar Panglima Komando RI Kawasan Barat (Koarmabar), Laksamana Muda TNI A Taufiqoerrochman, pada panen raya ikan, penaburan bibit ikan serta penanaman bibit pohon mangrove di lahan mangrove binaan Lantamal I Belawan, Selasa (24/5/2016).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto, Danlantamal I Brigjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto.

Selain menjaga pertahanan keamanan negara, pihaknya juga berperan dalam meningkatkan kedaulatan pangan, khususnya budidaya laut.

“Kedaulatan pangan ini didukung oleh pemerintah baik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Melalui kedaulatan pangan ini, TNI AL merekrut para pelanggar hukum di laut untuk dibina dan dipekerjakan.

“Pelaku kejahatan bukanlah sebagai pelaku kriminal, namun mereka saudara yang layak dibina dan diarahkan ke kehidupan yang lebih baik. Kita mengajarkan mereka untuk berbudidaya ikan. Untuk wilayah Lantamal I, kerja sama tersebut telah terjalin dengan baik,” pungkasnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.