Dengan demikian, bisa diminimalisir kemungkinan terjadinya kepadatan jaringan di suatu lokasi yang bisa menganggu kualitas layanan.
Keempat, menerapkan teknologi MSC pool dan SGSN in pool untuk 3G secara nasional.
Teknologi ini berfungsi untuk menghindarkan lonjakan trafik pada suatu lokasi tertentu dengan menyebarkannya ke jaringan XL lainnya yang tersebar di beberapa titik.
Hal ini memungkinkan, karena pada saat-saat seperti masa mudik dan liburan, lonjakan trafik sering terjadi hanya di lokasi-lokasi tertentu, sementara di lokasi lain tersedia jaringan yang tidak padat.
Kelima, menggunakan lebar pita 15 MHz pada spektrum 1800 Mhz untuk layanan 4G LTE. Pada inisiatif yang sudah mulai diterapkan sejak 1 April 2016 lalu ini, secara teknis yang dilakukan XL adalah melakukan refarming spektrum 1800 MHz dari 2G ke LTE, di mana sebelumnya menggunakan lebar pita 10 MHz menjadi 15 MHz untuk 4G LTE di BTS 4G Makro.
Dengan langkah tersebut, akan meningkat pula kualitas layanan bagi pelanggan yang sudah menggunakan layanan 4G di sejumlah kota. Tambahan lebar pita 4G LTE ini akan menambah kapasitas dan kecepatan layanan 4G LTE yang sudah ada, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi pelanggan. Kecepatan maksimum di BTS level akan naik dari 75 Mbps menjadi 100 Mbps.
Inisiatif menggunakan lebar pita 15 MHz untuk mendukung layanan 4G LTE ini menjadi urgen mengingat trend masyarakat pengguna layanan data yang cenderung memanfaatkan aplikasi pengirim pesan untuk berkomunikasi.
Mereka rata-rata menggunakan aplikasi pengirim pesan dan social media dalam menyampaikan pesan, baik untuk sekadar berkirim kabar, ngobrol, berbisnis, hingga mendukung pekerjaan.
Uji jaringan di seluruh wilayah layanan sebulan menjelang masuk Ramadhan, XL telah memastikan kesiapan jaringannya di seluruh wilayah layanan yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Baca Halaman Selanjutnya













